Kamis, 25 Februari 2010

Nikmati Hidup Ini ...

Suatu siang, di ruang kuliah sebuah universitas islam yang padat penghuni, tiba-tiba datanglah sesosok dosen yang membuat seluruh mahasiswa tercengang dengan kehadiran beliau. “ Kok pak ini sih?? Enggak salah pilih?? “ pertanyaan-pertanyaan itu saling bersautan antar mahasiswa.
Sang dosen pun membuka acara kuliahnya.

“ Selamat siang semua. Ya, pasti kalian semua kaget kenapa saya bisa disini. Padahal di jadwal bertuliskan bahwa dosen A yang akan mengajar kelas kalian, tapi karena beliau semester ini berhalangan mengajar, maka saya yang akan mengajar mata kuliah ini hingga 1 semester. “

HUUUUUUUUUUUUUU… suara riuh mahasiswa meramaikan kelas. Bagaimana tidak, dosen yang terkenal paling susah nilainya, paling susah ujiannya, dan dosen yang banyak dihindari para mahasiswa karena korba-korban mahasiswa yang mengulang dimata kuliahnya terhitung banyak sekali. Mengetahui keadaan mahasiswanya yang kecewa karena dosen yang dihindari malah ternyata mengajar mereka, sang bapak mencoba mencairkan suasana...

“ Saya tau Anda semua kecewa karena yang semula bermaksud masuk kelas ini agar tidak saya ajar, eee malah ternyata saya yang mengajar. Ya, beginilah hidup, tidak semua apa yang kita inginkan jadi kenyataan. Saya pun juga pernah mengalaminya. Dari dulu saya tidak berkeinginan menjadi dosen, tapi kenyataannya saya sudah 10 taun lebih bergulat di depan kelas bersama mahasiswa-mahasiswa saya. Mata kuliah ini pun sama sekali tidak saya sukai. Tapi, S2 nya saya malah ngambil bidang mata kuliah ini, yaitu psikometri. Makanya, kita jangan terlalu membenci atau menyukai sesuatu. Yang ada malah akan terjadi sebaliknya. Hidup ini dinikmati saja… “ dengan gaya bahasa dan penyampaian yang unik dan penuh humor, seluruh mata mahasiswa menatap lekat beliau. Kemana beliau bergerak, mata para mahasiswa pun mengikutinya. Semua mendengarkan dengan saksama.

Ada seorang mahasiswi yang bertanya, “ Pak, psikometri itu susah atau tidak? “

Sang dosen menghela nafas, “ Susah atau tidaknya tergantung kita menilainya. Kalau bagi yang bisa, ya dianggap mudah. Tapi bagi yang kesulitan memahami, pasti serasa sulit sekali. Contohnya, bagi yang bisa mengendarai sepeda motor,pasti cara mengendarainya akan mudah sekali. Tapi bagi adek kita yang masih TK, naik motor terlihat sulit. Karena, kita belum mencoba dan kita sudah beranggapan, itu sulit !! Coba kita ubah persepsi kita, kita detoksifikasi pikiran SULIT kita menjadi BISA. Walaupun pada awalnya kita akan tertatih-tatih, tapi dengan persepsi BISA, insya Allah akan menjadi bisa. Besar kecilnya masalah juga tergantung kita memandangnya. “ sang dosen berjalan ke belakang.

“ Contohnya, saat kita kuliah di lantai 4 dengan kelas hanya ada kipas angin, tak ber AC, dan semakin siang terasa panas sekali. Pasti kita akan merasa gerah, capek, lemes karena sudah naik turun tangga dan berada di kelas yang panas. Nah, disitu kita coba menikmati keadaan. Kita anggap saja naik turun tangga sebagai olahraga aerobic yang bisa membakar kalori dan menurunkan berat badan. Sedangkan untuk dosen yang naik tangga membawa laptop, kami anggap itu sebagai olahraga angkat beban. Ya lumayanlah daripada harus ke tempat fitness.

Terus ruangan yang panas, anggap saja itu sebagai sauna alami. Kita malah bisa memaksimalkan kelenjar keringat kita dan kita bisa menjadi lebih sehat karena toksin-toksin di dalam tubuh keluar. Nah, dengan persepsi seperti itu, kita akan lebih enjoy kuliahnya. Kita tidak usah terus-terusan “ nggresula “ ( mengeluh ), karena itulah keadaan yang sesungguhnya, mau gimana lagi. Yang mesti dilakukan adalah ‘ Enjoy aja.. ‘ “ Para mahasiswa takjub dan manggut-manggut dengan apa yang dikatakan sang dosen yang keren bin killer itu.

Kemudian ada lagi yang bertanya, “ Pak, soal pakaian bagaimana? Kan ada tu dosen yang ketat banget dengan peraturan pakaian. Ga boleh pakai ini, harus pakai ini. Kalau kelas bapak bagaimana? “

Sang dosen berjalan mendekati sang mahasiswi yang bertanya. “ Kalau saya sih, enggak masalah. Yang penting anda menjaga kehormatan. Saya disini tidak hanya sebagai seorang dosen tapi juga orangtua yang mempunyai anak perempuan. Saya hanya berpesan pakailah pakaian yang bisa menjaga kehormatan kalian. Pakaian yang ngepress kayak band C itu tidak baik untuk kesehatan. Apalagi kalau kalian sedang diare, yang kecepatan keluarnya cepat sekali. “
Hahahahaha… Semua mahasiswa tertawa.

“ Saya tau dosen yang anda maksud. Dosen tersebut memang tegas tentang syariat bahkan meja saya berjejeran dengan beliau. Beliau itu bermaksud menjaga kalian. Seharusnya kalian malah berterimakasih pada beliau, karena masih sempat untuk menjaga diri kalian dari segala godaan syetan yang terkutuk. Beliau perhatian dengan kalian. Beliau hanya ingin kalian semua tidak menjadi korban-korban kriminal dan seksual.. jadi, ya jagalah diri kalian dengan berpakaian yang semestinya.

Jarum jam terus berdetak, sang dosen mencari file mata kuliahnya.

“ Yak, sekarang kita mulai kuliah kita. Kita mulai dengan materi asumsi dasar pengukuran. Ada 7 asumsi, salah satunya adalah X = T + E. X adalah nilai yang nampak, T itu nilai asli/ sesungguhnya, E itu eror atau disebut juga deviasi. Asumsi ini sering berada pada kehidupan kita. Misalnya kita memiliki T sebagai orang baik, yaitu 100 lalu muncullah eror. Anggap saja itu cobaan dari Sang Kuasa. Nah, cobaan disitu bisa menjadi nilai positif dan negatif, itu tergantung kita. Kalau kita memaknai cobaan itu sebagai hikmah, maka nilai X kita akan bertambah dan nilai yang nampak pada kita adalah nilai yang lebih. Lebih dari yang sesungguhnya. Tapi jika kita memaknai cobaan itu sebagai musibah, nilai eror menjadi negatif, sehingga nilai T ( sesungguhnya ) kita akan berkurang. Dan itulah maksud Allah memberi ujian pada kita, apakah kita akan semakin menjadi baik dan beriman atau malas menjadi semakin berkurang kadar imannya. Bagaimana ada yang kurang jelas? “

Kuliah siang itu terasa sangat bermakna. Dosen yang berusaha dihindari malah ternyata malah yang mengajar di kelas itu dan dosen tersebut malah memberikan banyak hikmah / pesan-pesan kepada para mahasiswa. Bahkan penyampaian lebih menyenangkan daripada yang mereka pikirkan sebelumnya, yaitu galak, killer, dan susah dimengerti penjelasannya. Ya, itulah. Seperti firman Nya, dalam surat Al Baqarah ayat 216,

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”

Hidup ini hanya sekedar mampir ngombe, tidak lama. Jadi optimalkan segala yang dikaruniakanNya pada kita dengan semaksimal mungkin. Tak perlu banyak berkeluh kesah, karena manusia itu memang sudah diciptakan sebagai makhluk yang berkeluh kesah. Namun, itu bisa kita siasati dengan mengubah keluh kesah kita dengan mengubah persepsi negatif kita. Sehingga yang ada hanya enjoy, enjoy, dan enjoy… Jika masalah terus berdatangan satu per satu dalam waktu bersamaan, kita senyam-senyum aja. Kalau nggak bisa, ya senyam juga nggak papa..

Serahkan semua keputusan hidup kita hanya padaNya, lakukan usaha terbaik yang bisa kita lakukan, dan ingatlah kalau semua eror yang terjadi pada hidup kita adalah salah satu bentuk pengajaran langsung Nya pada kita. Jika kita hampir kehilangan arah, ingat kembali tujuan hidup kita. Sehingga, kita akan kembali ke jalan yang sebenarnya, insyAllah..

Intinya, nikmati aja hidup kita..
Sehingga kita bisa jadi manusia segala musim, mau musim ujian oke.. musim happy tetep kece.. hehehe…

2 komentar:

  1. vie-vie...kalo pengen template yang bagus.... cari di http://www.templatesblock.com/
    n jangan lupa buka tutorial blogspot...
    hehehehehe
    saia juga sedang belajar lagi =p

    BalasHapus

silahkan komentar ya,,, apa aja,,,